Setting phpPgAdmin di XAMPP

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana cara instalasi XAMPP dan PostgreSQL kemudian mengintegrasikannya phpPgAdmin ke dalam XAMPP.

Bahan-bahan yang harus kalian persiapkan adalah :

  1. XAMPP 1.8.3
  2. PostgreSQL 9.2.2
  3. phpPgAdmin 5.1

Setelah selesai mendownload, Tahap pertama mari kita install terlebih dahulu XAMPP 1.8.3

  1. Buka file xampp yang telah kita download tadi maka akan muncul seperti gambar berikut. Silahkan tekan tombol Next untuk melanjutkan.
    Install XAMPP-1
  2. Setelah itu akan muncul komponen apa saja yang ingin kita install di XAMPP. disini saya memilih semua komponen untuk di install, tekan tombol Next untuk melanjutkan.Install XAMPP-2
  3. Untuk letak instalasi folder, saya biarkan secara default, yaitu Direktori C:\ dengan folder xampp. (jika Anda ingin mengganti direktori XAMPP silahkan, tidak harus menggunakan default folder) tekan tombol Next untuk melanjutkan.Install XAMPP-3
  4. Karena disini saya tidak menggunakan CMS Drupal, Joomla ataupun CMS lainnya, jadi saya memilih untuk meng-UnCheck fitur tersebut. tekan tombol Next untuk melanjutkan.
    Install XAMPP-4
  5. Setelah semua konfigurasi kita pilih, saatnya untuk menginstallnya, silahkan tekan tombol Next. untuk memulai proses instalasiInstall XAMPP-5
  6. Jika proses instalasi anda berhasil maka akan muncul proses untuk menjalankan XAMPP Control Panel, silahkan Check kemudian tekan Finish.
    Install XAMPP-6

Dalam XAMPP control panel silahkan tekan tombol start di kolom actions untuk bagian Apache, kemudian buka browser anda dan ketik alamat URL http://localhost (Taraaa). setelah berhasil, matikan / stop Apache yang baru Anda jalankan supaya tidak mengganggu proses instalasi postgreSQL dan jangan lupa di exit.

 

Tahap kedua kita akan menginstall postgreSQL 9.2.2.

  1. Install PostgreSQL-3Buka file postgreSQL yang telah kita download tadi maka akan muncul seperti gambar berikut. Silahkan tekan tombol Next untuk melanjutkan.
    Install PostgreSQL-1
  2. Setelah itu saya akan mengganti default folder instalasi postgreSQL ke direktori C:\xampp\pgsql. tekan tombol Next untuk melanjutkan.
    Install PostgreSQL-2
  3. Lalu saya abaikan data direktori sesuai dengan path default folder instalasi. tekan tombol Next untuk melanjutkan.Install PostgreSQL-3
  4. Kemudian isikan password untuk akun postgress, setelah itu tekan Next untuk melanjutkan.Install PostgreSQL-4
  5. Untuk port number saya sesuaikan secara default yaitu : 5432. kemudian tekan Next untuk melanjutkan.Install PostgreSQL-5
  6. Lalu untuk locale saya pilih default locale database cluster, kemudian tekan Next.Install PostgreSQL-6
  7. Setelah semua konfigurasi kita pilih, saatnya untuk menginstallnya, silahkan tekan tombol Next untuk memulai proses instalasi.Install PostgreSQL-7
  8. Jika dalam proses inisialisasi database cluster memakan waktu lebih dari 5 menit. silahkan periksa kembali XAMPP anda. Jika masih dalam keadaan terbuka silahkan tutup terlebih dahulu.Install PostgreSQL-8
  9. Jika proses instalasi anda berhasil maka akan muncul pesan untuk menjalankan proses stack builder, disini saya memilih untuk meng-Uncheck-nya. Kemudian tekan Finish.Install PostgreSQL-9

 

Tahap ketiga, kita akan mengekstrak file phpPgAdmin-5.1.zip yang telah kita download tadi

  1. Ekstrak phpPgAdmin-5.1.zip menggunakan winzip / winrar ke dalam folder xampp dengan nama “phpPgAdmin”phpPgAdmin

 

Jika ke 3 file tersebut sudah kita install semua, langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan keduanya (XAMPP dengan phpPgAdmin).
Langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Buka file config.inc.php di folder C:\xampp\phpPgAdmin\conf.
    Kemudian cari kode $conf[‘extra_login_security’] = true. ubah nilai tersebut menjadi false.
    phpPgAdmin config
  2. Buka file php.ini di folder C:\xampp\php.
    Kemudian cari kode extension=php_pdo_pgsql.dll dan extension=php_pgsql.dll, hapus tanda semi-colon yang ada di depannya.php.ini config
  3. Buka file httpd-xampp.conf di folder C:\xampp\apache\conf\extra.
    Tambahkan kode berikut di section <IfModule alias_module>.

    Alias /phppgadmin “C:/xampp/phpPgAdmin/”
    <Directory “C:/xampp/phpPgAdmin”>
    AllowOverride AuthConfig
    Order allow,deny
    Allow from all
    </Directory>
    apache config

Jalankan kembali XAMPP anda start apache kemudian ketikkan alamat url di browser Anda http://localhost/phppgadmin

running phppgadmin

Jika anda mengalami masalah silahkan tinggalkan pesan dibawah.

Bagi teman-teman yang ingin menaruh maupun menyalin artikel ini ke blog maupun media elektronik lainya, harap mencantumkan sumbernya, gunakan etika berinternet, terima kasih. Salam ivonidiego

Setting Konfigurasi TP-Link MR3420 3G Routers Sebagai WDS, Bridge, Repeater atau Wifi Extender

Sebelumnya saya ingin berbagi pengalaman saya menggunakan TP-Link MR3420 3G/3.75G sebagai Wireless Distribution System (penyambung signal) AP saya. berawal dari experimen karena ingin berbagi internet dengan beberapa orang yang ada dalam 1 rumah yang tidak terjangkau signalnya. mudah-mudahan tutorial saya bermanfaat buat temen-temen semua.

Saya asumsikan para readers sudah paham mengenai topik yang saya bahas kali ini. Masih sedikit bingung ya? okelah saya coba jelaskan sedikit agar kalian paham. Mari coba kita perhatikan gambar berikut :

WDS

Dari gambar yang ada diatas, PC B tidak mendapat signal wireless dari Acess Point, oleh sebab itu kita akan menggunakan MR3420 sebagai WDS untuk memperluas area signal wifi. WDS bersifat menangkap signal wireless dari Acess Point kemudian menyebarkannya/memperluas jangkauan wifinya.

Disini AP sudah terkonfigurasi dan dapat diakses internetnya. Selanjutnya kita akan mengkonfigurasikan MR3420 Sebagai WDS dari AP

Agar seragam, mari kita reset / restore to the default setting terlebih dahulu, buka browser anda, lalu ketikkan alamat admin page dari router anda http://192.168.1.1 (MR3420 V1) atau http://192.168.0.1 kemudian masukkan username dan password anda yaitu : admin (defaultnya). setelah masuk admin page langsung saja menuju menu “System Tools” kemudian ke “Factory Defaults” setelah itu tekan tombol “Restore“.

Restore to the default setting

Setelah selesai proses restore dan reboot, langkah pertama adalah menyesuaikan IP Address LAN WDS dengan IP Address LAN AP. Caranya, pergi ke menu “Network” kemudian “LAN“. isikan IP Address WDS : “192.168.0.2“, Jika AP anda menggunakan IP Address “192.168.0.1“. Namun apabila IP Address AP anda “192.168.1.1” maka sesuaikan IP Address WDS anda menjadi “192.168.1.2“.

LAN IP Address

Setelah itu langkah kedua adalah mencari signal Acess Point, pergi ke menu “Wireless” kemudian “Wireless Setting“. isikan kolom-kolom yang ada seperti berikut :

  • Wireless Network Name : Wifi_Ext (Silahkan disesuaikan dengan nama yang Anda inginkan)
  • Region : Indonesia (Samakan dengan region yang ada di AP anda)
  • Channel : Biarkan saja Auto, Nanti  akan ada peringatan untuk menyamakan channel AP dengan WDS (Pilih Ya) atau anda bisa langsung menyamakan channelnya dengan yang ada di AP
  • Mode : 11bgn mixed (Silahkan disesuaikan dengan mode yang Anda ingikan)
  • Channel Width : Biarkan saja Auto
  • Max Tx Rate : 300Mbsp (Silahkan disesuaikan dengan maximum yang Anda ingikan)
  • Cek list Enable Wireless Router Radio,  Enable SSID BroadcastEnable WDS Bridging

Ketika anda menceklist Enable WDS Bridging maka akan muncul kolom-kolom baru seperti gambar berikut :

Enable WDS Bridging

  • Klik tombol survey maka akan muncul gambar seperti berikut, kemudian pilih SSID yang ingin anda perluas wifinya, setelah anda tekan connect maka secara otomatis SSID(to be Bridged) dan BSSID(to be bridged) akan terisi otomatis.

Survey and Connect

  • Key type : pilih sesuai dengan type security password Acess Point Anda, disini saya menggunakan WPA-PSK/WPA2-PSK
  • WEP Index dan Auth type biarkan saja
  • Password : isikan password Acess Point.

Setelah itu tekan tombol save dan reboot router Anda.

nb. Jika anda ingin memberi password pada wireless WDS anda ikuti langkah ketiga, jika tidak silahkan lompat ke langkah empat.

Langkah ketiga, pergi ke menu “Wireless” kemudian “Wireless Security” pilih radio button WPA-WPA2 Personal, isikan wireless password : 123456 (Silahkan disesuaikan dengan password yang Anda inginkan) setelah itu tekan tombol save yang ada dibagian bawah

Wireless Security

Langkah keempat, pergi ke menu “DHCP” kemudian “DHCP Settings“. isikan kolom kolom seperti berikut :

  • DHCP Server : pilih disable
  • Start IP Address : 192.168.0.100 (Abaikan saja)
  • End IP Address : 192.168.0.199 (Abaikan saja)
  • Address Lease Time : 120 (Abaikan saja)
  • Default Gateway : 192.168.0.2 (Abaikan saja)
  • Default Domain : kosongkan
  • Primary DNS : 0.0.0.0 (Abaikan saja)
  • Secondary DNS : 0.0.0.0 (Abaikan saja)

DHCP Setting

Setelah itu tekan tombol save dan kemudian reboot, sekarang silahkan dicoba untuk konek ke signal wifi baru Anda.

 

Catatan : bagi Anda yang sudah berhasil namun tidak terkoneksi dengan internet, coba ganti gateway WDS dengan ip AP anda, contoh : gateway WDS 192.168.0.2 diubah menjadi ip AP 192.168.0.1

Jika anda mengalami masalah silahkan tinggalkan pesan dibawah.

Bagi teman-teman yang ingin menaruh maupun menyalin artikel ini ke blog maupun media elektronik lainya, harap mencantumkan sumbernya, gunakan etika berinternet, terima kasih. Salam ivonidiego

Renungan Pagi 15 Mei 2013 (Kabar Baik dari Patmos)

Kabar baik dari Patmos

“Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: ‘Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap MURKA ANAK DOMBA ITU.’ Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” (Wahyu 6:16, 17).

Itulah momen-momen sangat menentukan dalam hidup saya. Berusia 15 tahun 2 bulan, saya mengikuti sebuah perkemahan remaja. Tampaknya saya yang tertua dalam kelompok saya, tetapi hanya terpaut beberapa minggu. Saat regu kami bersiap-siap tidur pada malam pertama di hari Minggu, ada satu hal yang kurang. Belum ada seorang pembina yang ditugaskan untuk membina kami. Pada pukul 2 pagi, sekelompok pembina dengan perlahan membangunkan saya, membawa saya ke luar kemah, dan memberitahu bahwa panitia telah memilih saya sebagai pembina regu. Sungguh tugas yang menegangkan! Usia saya kurang lebih sama dengan anak-anak dalam regu saya, dan mereka akan menganggap bahwa saya hanyalah sebaya mereka!

Tantangan terbesar terjadi beberapa hari kemudian. Seorang anak berumur 14 tahun mengurung saya di kamar mandi. Ketika dia menolak membuka pintu atas permintaan saya, lalu saya mendobrak pintunya. Dengan marah saya menyuruhnya membuka sepatunya lalu berlari 10 kali naik turun jalur berkerikil di bukit terdekat. Setelah beberapa kali bolak-balik, kakinya lecet-lecet dan berdarah sedikit. Saya ketakutan saat menyadari bahwa saya telah menjatuhkan hukuman terlalu berat. Tetapi jika saya menarik kembali perintah saya, maka tidak ada seorang pun dalam regu saya akan menghormati saya. Tetapi saya turut ambil bagian di dalam hukuman itu, menyelesaikan 10 kali naik turun bukit bersama anak itu. Minggu itu saya tidak menemui kesulitan dalam regu saya, dan anak yang mengurung saya di kamar mandi itu malah menjadi anak buah saya yang paling setia.

Konsep “murka Anak Domba” seperti istilah yang saling bertentangan. Bisakah membayangkan seekor “anak domba murka”? Anak Domba yang telah disembelih, tentu saja mewakili salib. Murka melambangkan ketidakrelaan Allah untuk berkompromi dengan dosa. Dalam skala yang sangat kecil, pengalaman saya dengan anak-anak di perkemahan mencerminkan persoalan yang Allah hadapi di alam semesta ini. Meskipun Dia dapat memungkiri otoritas-Nya, itu akan membawa pada kekacauan. Tetapi sekadar menjadi “Penasihat Ajaib” berarti semua orang melayani Dia dengan rasa takut.

Jadi di salib, Dia bersama kita menanggung konsekuensi dosa. Dengan melakukannya, Dia telah memenangkan kasih seluruh alam semesta, selain juga penghormatannya. Dan pada akhirnya, “Anak Domba yang murka” yang tidak bersedia berkompromi dengan dosa, namun demikian sama seperti para pendosa, terbukti sanggup memulihkan alam semesta yang hancur.

Tuhan, aku menghormati integritas-Mu, dan mengasihi-Mu atas pengorbanan-Mu. Aku ingin seperti Engkau dalam memperlakukan setiap orang.

 

Sumber : http://eibednejo.wordpress.com/2013/05/15/morning-meditation-may-15th-2013/

Renungan Pagi 03 Mei 2013 (Kabar Baik dari Patmos)

Kabar baik dari Patmos

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: ‘Mari!’ Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa UNTUK MENGAMBIL DAMAI SEJAHTERA DARI ATAS BUMI, SEHINGGA MEREKA SALING MEMBUNUH, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar” (Wahyu 6:3, 4).

Akar kekerasan adalah tidak adanya damai sejahtera. Di mana orang-orang menolak Injil, damai sejahtera pun lenyap dari muka bumi. Pria dan wanita terpisah dari pasangannya, orangtua, anak-anak, dan sahabat-sahabatnya (Mat. 10:32-36). Semua orang berusaha mengamankan kedamaian pribadi mereka dengan mengorbankan orang lain dan damai sejahtera mereka. Sebagai akibatnya, timbul kekacauan yang mengarah pada kekerasan. Di lain pihak, hadirnya Injil dalam kehidupan seseorang membawa kedamaian sejati. Saya tidak perlu mempertahankan hak-hak saya, karena saya sudah memiliki semua yang saya butuhkan di dalam Yesus. Jika tidak demikian, bahkan permasalahan terkecil sekalipun bisa mengarah pada kekerasan.

The Chicago Cubs tidak pernah lagi memenangkan penghargaan Liga Nasional semenjak tahun 1945, tetapi mereka hanya tinggal sedikit lagi untuk dapat memenangkan pertandingan World Series. Skornya 3-0 untukCubs pada babak kedelapan. Sebuah bola buruk tampak seakan-akan akan mendarat pada bagian atas dinding yang memisahkan lapangan dengan para penonton di bagian sudut kiri. Moises Alou, pemain sayap kiri Cubs, berlari kencang ke arah dinding dan melompat tinggi di udara, mengulurkan sarung tangannya melewati dinding. Tampaknya seakan-akan dia bisa menangkap bola.

Tepat pada saat itu seorang penggemar meraih dengan sarung tangannya sendiri. Bola itu mengenai sarung tangan si penggemar dan terjatuh ke tribun penonton. Alou mendarat di tanah dan memberi isyarat marah kepada si penggemar. Entah bagaimana, insiden tersebut tampaknya menguras emosi The Cubs. Lawan mereka, The Florida Marlins, melaju mencetak 8 angka pada babak itu dan akhirnya memenangkan pertandingan World Series.

Keadaan memburuk di tribun penonton. Aparat keamanan segera menggiring penggemar tadi keluar dari lapangan, dia menutupi kepalanya karena penonton yang lain mencerca dan beberapa berteriak, “Bunuh dia!” Ironisnya adalah, Bartman sebenarnya seorang penggemar tim Cubs yang sangat bersedih atas perbuatannya sendiri. Ketika dia melihat bola itu datang, dia berkata, “Mata saya terpaku kepada bola itu… saya terbawa suasana, sampai saya tidak melihat Moises Alou ada di sana.”

Ketidakhadiran Injil, dalam masalah sepele sekalipun, dapat menjadi dasar timbulnya kekerasan manusia. Hanya hubungan dengan Yesus Kristus satu-satunya jalan kepada kedamaian sejati.

Tuhan, tolong aku untuk berpikiran yang benar. Biarlah damai sejahtera dari-Mu dapat kuberikan juga kepada orang di sekitarku.

 

Sumber : http://eibednejo.wordpress.com/2013/05/03/127/

Renungan Pagi 02 Mei 2013 (Kabar Baik dari Patmos)

Kabar baik dari Patmos

“Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: ‘Mari!’ Dan aku melihat sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan KEPADANYA DIKARUNIAKAN SEBUAH MAHKOTA. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan” (Wahyu 6:1, 2).

Penulis Kitab Wahyu secara saksama telah menyusun strukturnya, meskipun banyak aspek struktur tersebut luput dari pengamatan para pembaca abad kedua puluh satu. Bagian pertama kitab tersebut memfokuskan pada kenyataan umum dari seluruh zaman Kekristenan. Di sana kita dapat menemukan keterangan tentang salib, tentang penyebaran Injil, dan segala kejadian yang terjadi mulai saat Yesus sampai pada masa akhir dunia. Pada bagian kedua buku ini, di sisi lain memusatkan perhatiannya hampir hanya kepada kejadian-kejadian akhir dalam sejarah dunia.

Oleh karena itu, ketika Anda melihat persamaan di antara bagian pertama dan kedua buku ini, Anda akan melihat bahwa bagian pertama buku ini condong untuk memusatkan perhatian kepada kenyataan umum di sepanjang waktu, sementara bagian kedua buku melihat kepada masa-masa Kekristenan dari sudut pandang zaman akhir. Sebagai contoh, bagian pertama buku memuji Tuhan karena penciptaan (Why. 4:11) dan untuk penebusan (Why. 5:9, 10, 12, 13), kejadian yang telah terjadi di masa lalu. Wahyu 19:1-6, di sisi lain, mencurahkan puji-pujian yang sama atas kelepasan umat Tuhan di zaman akhir.

Dalam cara yang sama kuda putih muncul hanya di dua tempat dalam Kitab Wahyu. Kuda putih dalam Wahyu 6 serupa dengan kuda putih pada Wahyu 19, keduanya memakai mahkota, tetapi Yohanes menggunakan kata Yunani yang berbeda untuk masing-masing penunggang kuda. Penunggang kuda pada ayat kita hari ini memakai mahkota stephanos, mahkota kemenangan. Di masa kuno istilah ini dipakai untuk “medali emas olimpiade,” penghargaan yang diterima oleh atlet olimpiade ketika memenangkan pertandingan. Di sisi lain, penunggang kuda dalam pasal 19, mengenakan diadem, mahkota kerjaaan. Bagian pertama Kitab Wahyu berulang kali merujuk kepada Yesus dan umat-Nya sebagai pemenang, seperti atlet-atlet olimpiade. Semua yang menang seperti Yesus akan menerima mahkota kemenangan. Dalam Wahyu 19 Yesus menghentikan semua perlawanan musuh-musuh-Nya, dan Dia sekarang dapat memakai mahkota kerajaan-Nya dan memerintah sebagai raja yang berkuasa.

Terima kasih Tuhan, untuk mengingatkan bahwa semua pikiran dan keputusan yang kubuat hari ini bagaikan memenangkan medali. Biarlah kemenangan-Mu menjadi bagianku hari ini.

 

Sumber : http://eibednejo.wordpress.com/2013/05/02/morning-meditation-may-2nd-2013/

Renungan Pagi 01 Mei 2013 (Kabar Baik dari Patmos)

Kabar baik dari Patmos

Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu,… Dan aku melihat: sesungguhnya, ADA SEEKOR KUDA PUTIH DAN ORANG YANG MENUNGGANGINYA MEMEGANG PANAH DAN KEPADANYA DIKARUNIAKAN MAHKOTA. LALU IA MAJU SEBAGAI PEMENANG UNTUK MEREBUT KEMENANGANmaxlength

Siapakah penunggang kuda putih itu? Tampaknya simbol-simbol ini secara konsisten menunjuk ke arah yang sama. Yang pertama dan terpenting, warna kuda itu putih. Sepanjang Kitab Wahyu, warna putih selalu merujuk pada Kristus dan umat-Nya. Hal yang sama berlaku untuk “mahkota kemenangan” (stephanos)  yang dipakai penunggang kuda itu.

Walaupun “mengalahkan” mungkin mencerminkan bahasa yang negatif, pada intinya itu merupakan istilah rohani di dalam Kitab Wahyu. Faktanya, hingga pasal 6, kata Bahasa Yunani untuk mengalahkan selalu merujuk pada Kristus dan umat-Nya [“barangsiapa yang menang aku akan mengaruniakan….”]. kata “mengalahkan” di dalam Wahyu merujuk pada kemenangan atas perkara-perkara rohani (Why. 5:5; 12:11). Oleh sebab itu, penunggang kuda putih melambangkan Injil Yesus Kristus, diawali dengan penobatan-Nya di surga (Why. 5) dan berlanjut hingga pada akhirnya. Meneruskan Injil sekarang adalah aktivitas utama umat Allah di dunia.

Saya tidak akan pernah melupakan bagaimana Injil itu datang kepada saya. Melayani sebagai pendeta, saya ingin menyenangkan Allah dan menjangkau orang-orang bagi Dia. Namun demikian, yang saya lakukan adalah sekadar mendapatkan kredit dari-Nya. Tidak ada jaminan bahwa kehidupan saya itu benar di hadapan-Nya.

Suatu hari saya berjalan menyusuri jalan setapak di hutan, membagikan Injil kepada seseorang. Dia menatap saya dengan penuh antusias.

“Dapatkah Allah menerima saya atas semua yang saya lakukan?”

“Oh, ya,” kata saya dengan yakin, tetapi kelihatannya tidak demikian. Berulang kali saya meyakinkan dia bahwa semua dosa bisa diampuni. Kami mengucapkan “doa para pendosa”.

Lalu dia menatap saya dan berkata, “Apakah menurut Anda, Allah benar-benar ada disini?” Saya menjawab, “Tentu saja.” Tepat pada saat itu kilat menyambar, guruh menggelegar, dan hujan lebat membuat kami basah kuyup. Dia menatap saya dengan mata bersinar-sinar. “Aku dibaptis sekali lagi!” Dan saya bisa melihat bahwa Injil telah menjangkaunya. Tetapi ketika saya melihat kekuatan Injil di matanya, Allah juga menjamah saya untuk membiarkan diri saya menerima-Nya saat itu. Katanya, kilat tak pernah menyambar tempat yang sama dua kali, tetapi hari itu satu Injil telah menjangkau dua jiwa.

Tuhan, aku perlu tahu bahwa aku berjalan bersama-Mu hari ini. Sentuh hatiku dengan apapun juga yang perlu untuk dibenarkan, apa pun yang perlu aku pahami. Aku ingin menjadi tahir di mata-Mu.

 

Sumber : http://eibednejo.wordpress.com/2013/05/01/morning-meditation-may-1st-2013/

Renungan Pagi 30 April 2013 (Kabar Baik dari Patmos)

Kabar baik dari Patmos“Maka aku melihat ANAK DOMBA ITU MEMBUKA YANG PERTAMA DARI KETUJUH METERAI ITU, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan” (Wahyu 6:1, 2).

Jelas bahwa Wahyu 6 dibangun berdasarkan latar dalam pasal 5. Anak DOmba mengambil gulungan kitab dalam pasal 5 dan mulai membuka meterai-meterainya dalam pasal di atas. Namun timbul pertanyaan: Apakah meterai-meterai itu isi kitab tersebut? Penting menjawab pertanyaan ini untuk memahami pasal ini.

Jika kitab itu menyerupai gulungan, seperti penggiling adonan, meterai-meterai berada di bagian luar “kitab” dan harus dirusak sebelum seseorang bisa membaca kitab tersebut. Jika kitab itu menyerupai codex (seperti buku sekarang), dengan lembaran-lembaran kertas dijilid pada satu sisinya, lalu merekatkan kitab menjadi tujuh bagian yang bisa dibuka pada satu waktu.

Walaupun bangsa Romawi menciptakan bentuk codex kurang lebih pada waktu penulisan Kitab Wahyu, bangsa Yahudi masih tetap menggunakan bentuk gulungan kitab hingga saat ini. Namun demikian, orang-orang Kristen, segera beralih pada bentuk yang baru. Dari sekitar seratus atau lebih manuskrip-manuskrip awal Perjanjian Baru (saat ini hanya ada dalam bentuk fragmen), hanya empat di antaranya berbentuk gulungan kitab.

Mengapa orang-orang Kristen beralih pada bentuk codex untuk Alkitab mereka? Mungkin disebabkan oleh keempat Injil. Orang-orang Kristen ingin memasukkan keempat-empatnya ke dalam dokumen yang sama. Sebuah gulungan kitab akan terlalu besar untuk ditangani, tetapi Anda bisa memasukkan keempat Injil ke dalam satu codex dengan mudah. Jadi tidak lama setelah zaman Kitab Wahyu, orang-orang Kristen beralih ke bentuk codex.

Apakah kitab yang sedang dibuka meterainya ini dalam bentuk gulungan kitab ataukah codex? Yohanes tidak meninggalkan keragu-raguan. Dalam Wahyu 6:14 dia mengatakan, “Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung. Kta untuk “menyusut” adalah kata yang sama dengan kata yang dengan kata yang digunakan untuk gulungan kitab yang dimeterai dalam pasal 5. Oleh karena itu, gulungan kitab yang dimeterai itu jelas-jelas bukan sebuah codex. Dalam hal gulungan kitab, Anda harus membuka seluruh meterai-meterai sebelum membaca isinya. Karena penulis menghubungkan peristiwa-peristiwa di dalam Wahyu 6 dengan pembukaan meterai, mereka tidak dapat menggambarkan isi gulungan kitab itu, tetapi hal-hal yang harus terjadi sebelum gulungan kitab itu dapat dibuka.

Tuhan, sungguh luar biasa dapat memahami keadalaman Firman-Mu dengan lebih baik, Bantuk aku memercayai Engkau sekalipun aku tidak mengerti.

Bagi teman-teman yang ingin menaruh maupun menyalin artikel ini ke blog maupun media elektronik lainya, harap mencantumkan sumbernya, gunakan etika berinternet, terima kasih. Salam ivonidiego